Pada postingan kali ini saya akan mempublikasikan beberapa karya saya dalam bidang Desain Grafis menggunakan software Adobe Photoshop, Ilustrator, CorelDraw dan pengolahan citra 3d menggunakan software Blender.
Thursday, 26 January 2017
Sunday, 30 October 2016
Berprilaku Dalam Dunia Maya
Manusia terlahir sebagai mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. karena hal itu pula yang membuat komunikasi antar individu dengan individu lainya menjadi kebutuhan yang penting. Dengan adanya media sosial saat ini seseorang dapat dengan mudah untuk memberikan dan mendapatkan informasi, berbagi pengalaman maupun berbagi perasaan ke khalayak umum. Beberapa orang bahkan lebih banyak menghabiskan waktu kepada dunia maya dibanding dunia nyatanya. karena kemudahannya dalam menyebarkan informasi ke seluruh dunia, Dunia maya juga mempengaruhi seseorang dalam berprilaku.
Beretika dalam dunia maya tidak berbeda dengan beretika dalam dunia nyata ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat berselancar dalam dunia maya. berikut ini akan dibahasa teori yang melandasi dalam beretika dan bagaimana berprikaku yang baik dalam dunia maya.. "Check This out..!"
Terori yang
melandasi dalam beretika antara lain:
1. Utilitarisme
Utilis berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan
adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja
satu dua orang melainkan masyarakat secara keseluruhan.
2. Deontolog
Istilah “deontologi” ini berasal dari kata Yunani deon yang
berarti kewajiban. Perbuatan tidak pernah menjadi baik karena hasilnya baik,
melainkan hanya karena wajib dilakukan. Perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik
tidak menjadikan perbuatan itu baik. Kita tidak pernah boleh melakukan sesuatu
yang jahat supaya dihasilkan sesuatu yang baik.
3. Teori Hak
Sebenarnya teori hak merupakan suatu aspek dari teori
deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban.
4. Teori Keutamaan
Teori ini adalah teori keutamaan (virtue) yang memandang sikap
atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil,
atau jujur, atau murah hati, melainkan: apakah orang itu bersikap adil, jujur,
murah hati, dan sebagainya. Velasquez (2005),
Berprilaku Dalam Dunia Maya yang Baik
Beberapa prilaku yang harus diperhatikan saat menggunakan dunia maya :
Hal pertama yang harus disadari bahwa dunia nyata dan dunia maya
merupakan hal yang sama. Sehingga, apa yang tidak boleh dilakukan di dunia
nyata, jangan pula dilakukan di dunia maya.
Apapun yang dilakukan di dunia maya, akan berhubungan dengan manusia. Oleh karena itu, para pengguna dunia maya harus bersikap sebagaimana berinteraksi dengan manusia.
Hati-hati terhadap informasi/ berita hoax. Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya. Seperti halnya spam, hoax juga merupakan musuh besar bagi para kebanyakan netter. Maka, sebelum anda mem-forward pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin anda kirim itu adalah benar adanya. Jika tidak, maka anda dapat dianggap sebagai penyebar kebohongan yang akhirnya kepercayaan orang-orang di sekitar anda pun akan hilang.
Dilarang menghina :
agama, ras, gender, status sosial dan sebagainya yang berpotensi menimbulkan
perpecahan yang mengarah ke situasi yang emosional.
Hal terakhir yang harus dipahami, para pengguna dunia maya harus menyadari bahwa apa yang ditulis di dunia maya, sesungguhnya menggambarkan tentang si penulis tersebut. Oleh karena itu berpikir terlebih dahulu sebelum menulis sesuatu di dunia maya.
"Semoga Bermanfaat ..."
Monday, 28 March 2016
ANALISIS KAIDAH KEBAHASAAN DALAM ARTIKEL BLOG, MAJALAH DAN KORAN ONLINE
A. Ragam Bahasa
Kemunculan
ragam bahasa disebabkan oleh berbagai faktor seperti, faktor pemakaian bahasa,
usia, pendidikan, agama, profesi dan latar belakang. Faktor pendidikan dalam ragam
bahasa dapat menunjukkan perbedaan yang jelas antara kaum yang berpendidikan
formal dan yang tidak. Bahasa kaum yang berpendidikan formal-yang lazimnya
ditautkan dengan bahasa persekolahan-pada umumnya memperlihatkan pemakaian
bahasa yang apik, atau biasa disebut sebagai bahasa baku. Ragam bahasa baku, biasa digunakan dalam situasi- situasi resmi, sedangkan
dalam situasi yang tidak resmi, orang- orang cenderung menggunakan ragam bahasa
tidak baku. Selain ragam bahasa baku dan tidak baku, terdapat ragam bahasa
langgam atau gaya. Langgam atau gaya merupakan ragam bahasa menurut sikap
penutur. Dalam
hal ragam bahasa menurut sikap penutur, pemilihan bentuk- bentuk bahasa
tertentu dapat menggambarkan sikap penutur seperti, kaku, resmi, adab, dingin,
hambar, hangat, akrab, atau santai. Selanjutnya, ragam bahasa menurut sarananya
terbagi menjadi ragam bahasa lisan dan tulisan. Penggunaan sarana tulisan,
menuntut penutur atau penulis agar menggunakan bahasa yang lebih terang dan
jelas. Karena bahasa dalam tulisan tidak disertai dengan gerak isyarat, dan
pandangan. Adapun analisis terhadap ragam bahasa baku, tidak baku, sikap
penutur atau penulis dan ragam bahasa tulisan dalam artikel blog, majalah, dan
koran online adalah sebagai berikut:
1. Artikel Blog
Setelah menganalisis artikel dalam blog
yang berjudul Mengenal Teknologi
Augmented Reality, ditulis oleh Mas Hermanu pada tanggal 13 Juni tahun
2010. Artikel tersebut menggunakan ragam bahasa tidak baku, karena terdapat
banyak kalimat yang menggunakan kata tidak baku, seperti :
Ragam bahasa
tidak baku
|
Ragam bahasa
baku
|
“Pembaca
Kompas cetak yang menemukan berita atau iklan yang dilengkapi fitur AR (dapat
dikenali dari adanya ikon Kompas AR) tinggal
mengarahkan konten tersebut menghadap webcam
yang terpasang pada PC atau laptopnya.” (paragraf 1)
“Inovasi
teknologi yang cukup menarik, bukan? Kompas adalah media pertama dan satu-
satunya di Asia- setidaknya hingga posting ini dipublish- yang menerapkan AR.” (Paragraf 2)
“Mashable
melalui artikelnya yang dipublish pada
5 Desember 2009 memuat list 10 iPhone apps berbasis AR, dari yang fungsional buat keperluan bisnis atau pendidikan
hingga yang sekadar buat fun.”
(Paragraf 10)
“App lain bernama WorkSnug bikinan
Plantronic ditujukan buat pekerja
digital yang tidak punya kantor tetap…” (paragraf 11)
|
Pembaca Kompas
cetak yang menemukan berita atau iklan, yang dilengkapi fitur AR (dapat
dikenali dari adanya ikon Kompas AR) hanya
mengarahkan konten tersebut menghadap webcam
yang terpasang pada PC atau laptopnya.
Bukankah hal
tersebut merupakan inovasi teknologi yang menarik? Kompas adalah media
pertama dan satu- satunya di Asia- hingga tulisan ini dipublikasikan- yang menerapkan AR.
Mashable
melalui artikelnya yang dipublikasikan
pada 5 Desember 2009, memuat daftar 10 iPhone
apps berbasis AR, dari yang fungsional untuk keperluan bisnis atau pendidikan, hingga untuk kesenangan.
App lain bernama WorkSnug buatan Plantronic yang ditujukan untuk pekerja digital yang tidak mempunyai kantor tetap...
|
Berdasarkan bukti teks tersebut, dapat
disimpulkan bahwa penulis menggunakan ragam bahasa tidak baku. Selain itu,
dapat diketahui pula bahwa penulis artikel tersebut menggunakan sikap yang
santai dalam menulis. Akibat menggunakan sikap yang santai dalam menulis,
penulis artikel tidak memperhatikan kaidah bahasa tulisan seperti pemakaian
tanda baca dan huruf miring. Hal tersebut bahasa dalam artikel menjadi ragam
bahasa lisan.
2. Majalah
Online
Artikel dalam majalah Tempo online yang ditulis oleh Erwin Z.
berjudul LG Bikin Penyedot Debu Pintar,
Teknologi Augmented Reality. Dapat diketahui dalam artikel ini penulis
menggunakan ragam bahasa tidak baku, santai dan akrab, sebagai berikut:
Ragam bahasa
tidak baku
|
Ragam bahasa
baku
|
“Perusahaan
teknologi asal Korea Selatan, LG, bakal
membawa perangkat penyedot debu (vacuum
cleaner) pertama yang dilengkapi dengan teknologi …” (paragraf 1)
|
Perusahaan
teknologi asal Korea Selatan, LG, akan
membawa perangkat penyedot debu (vacuum
cleaner) pertama yang dilengkapi dengan teknologi..
|
Berdasarkan bukti tersebut dapat
diketahui bahwa penulis menggunakan bahasa yang tidak baku, selain itu penulis
juga menggunakan campuran antara bahasa asing dengan bahasa Indonesia, sehingga
kalimatnya menjadi kurang efektif dan tidak baku. Tetapi, penulis sudah
memperhatikan beberapa kaidah penulisan dalam bahasa, seperti penggunaan huruf
kapital, penggunaan tanda baca dan penggunaan huruf miring.
3. Koran
Online
Artikel yang terdapat dalam Koran online yang berjudul Wajah Teknologi pada 2016 yang ditulis
oleh Setyanavidita Livikacansera, pun masih ditemukan beberapa hal yang membuat
kalimat dalam artikel tersebut menjadi tidak baku. Namun berbeda dengan artikel
pada blog dan majalan online, pada
artikel ini sangat sedikit ditemukan kata yang tidak baku sperti kata bisa.
Berdasarkan analisis penggunaan kosa kata, dapat diketahui bahwa artikel
tersebut menggunakan ragam bahasa resmi. Selanjutnya penggunaan ragam bahasa
tulisannya pun hampir baik, jika saja lebih memperhatikan penggunaan huruf
miring pada bahasa asing atau bukan bahasa Indonesia.
A. Diksi
Terdapat
beberapa hal yang perlu diketahui setiap penulis atau penutur, agar kata- kata
yang digunakan tidak mengganggu suasana, dan tidak menimbulkan ketegangan
antara penulis atau penutur dengan pembaca atau pendengar. Adapun syarat-
syarat kesesuaian pemilihan kata adalah, sebagai berikut:
1. Hindarilah
sejauh mungkin bahasa atau unsur substandard dalam suatu situasi yang formal.
2. Gunakanlah
kata- kata ilmiah dalam situasi yang khusus saja. Sedangkan, dalam situasi yang
umum, hendaknya penulis atau penutur menggunakan kata- kata populer.
3. Hindarilah
jargon dalam tulisan untuk pembaca umum.
4. Penulis
atau penutur sejauh mungkin menghindari pemakaian kata- kata slang.
5. Dalam
penulisan jangan menggunakan kata percakapan.
6. Hindarilah
ungkapan- ungkapan using (idiom yang mati)
7. Jauhkan
kata- kata atau bahasa yang artifisial.
Berdasarkan
syarat- syarat tersebut, artikel pada blog, majalah dan Koran online yang telah dianalisis masih
terdapat beberapa hal yang tidak memenuhi syarat- syarat tersebut. Seperti
terlalu banyak penggunaan kata- kata populer, slang, dan penggunaan kata percakapan. Sehingga kalimatnya menjadi
tidak baku.
B. Jenis Kata
Artikel
|
Nomina
|
Verba
|
Adjektiva
|
Kata tugas
|
Blog
|
Berita, Iklan,
Teknologi, Kompas, Pengalaman, Pembaca, dsb.
|
Membaca,
Menjelajahi, Menyuguhkan, Menampilkan, Belajar.
|
Menarik,
Keren, Masif (Kuat).
|
Dengan, Yang,
Atau, Dari, di.
|
Majalah Online
|
Perusahaan,
Teknologi, Kecerdasan, Pengguna, Lantai,
|
Bergerak,
Mengambil, Membuka, Menyusuri.
|
Cerdas
|
Yang, Dengan,
Dari, Ke.
|
Koran Online
|
Permainan,
Iklan, Video, Meja, dsb.
|
Mengeluarkan,
Memegang, Menggesek.
|
-
|
Dengan, Yang.
|
C. Koherensi Masing- Masing Paragraf
Terdapat
berbagai jenis koherensi, namun penulis dalam menganalisa artikel yang terdapat
pada blog, majalah, dan Koran online
hanya memfokuskan pada hubungan amplikatif dan hubungan kausalitas, karena
kedua hubungan tersebut sudah mampu menjelaskan koherensi antar paragraph
dengan jelas. Hubungan amplikatif adalah hubungan yang salah satu bagian
kalimatnya memperkuat atau memperjelas bagian kalimat lainnya. Sedangkan
hubungan kausalitas adalah hubungan sebab-akibat. Adapun hasil analisanya adalah, sebagai berikut:
1. Artikel
Blog
Paragraf (P) satu dan dua menunjukkan
hubungan amplikatif. (P) dua dan tiga menunjukkan hubungan amplikatif. (P) tiga
dan empat menunjukkan hubungan amplikatif. (P) dua dan empat menunjukkan
hubungan kausalitas. (P) 4 dan 5 menunjukkan hubungan amplikatif. (P) 3 dan 6
menunjukkan hubungan amplikatif. (P) 2 dan 8 menunjukkan hubungan kausalitas.
(P) 8 dan 9 menunjukkan hubungan kausalitas. (P) 9 dan 10 menunjukkan hubungan
amplikatif. (P) 11 dan 12 menunjukkan hubungan amplikatif.
2. Artikel
Majalah Online
(P) 1 dan 2 menunjukkan hubungan
amplikatif. (P) 2 dan 3 menunjukkan hubungan kausalitas. (P) 3 dan 4
menunjukkan hubungan amplikatif. (P) 4 dan 5 menunjukkan hubungan kausalitas.
(P) 4 dan 5 menunjukkan hubungan kausalitas. (P)5 dan 6 menunjukkan hubungan
amplikatif. (P) 6 dan 7 menunjukkan hubungan kausalitas.
3. Artikel
Koran Online
(P) 1 dan 2 menunjukkan hubungan amplikatif. (P) 2
dan 3 menunjukkan hubungan amplikatif. (P) 4 dan 5 menunjukkan hubungan
amplikatif. (P) 4 dan 7 menunjukkan hubungan amplikatif. (P) 7 dan 8
menunjukkan hubungan kausalitas.
DAFTAR
PUSTAKA
Hermanu, Mas. Mengenal Teknologi Augmented Reality.
http://Teknosiana.blogspot.co.id. diposkan pada tanggal 13 juni tahun 2010.
Diakses pada tanggal 21 Maret 2016 pukul 12.37 Wib.
Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,2010
Kridalaksana, Harimurti. Dalam
makalah Rahel Hilalahi yang berjudul Analisis
Kohesi dan Koherensi Koran Kompas. Diakses pada tanggal 21 Maret 2016 pukul
12.47 Wib.
Livikacansera, Setyanavidita. Wajah Teknologi pada 2016. http://www.republika.co.id. Diposkan pada
tanggal 05 Januari 2016. Diakses pada tanggal 21 Maret 2016 pukul 13.12 Wib.
Moeliono, Anton M. dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka,2003
Z, Erwin. LG Bikin Penyedot Debu Pintar, Teknologi Augmented Reality. http://tekno.tempo.com. Diposkan pada tanggal
22 Desember 2015. Diakses pada tanggal 21 maret 2016 pukul 12.52 Wib.
Friday, 20 November 2015
DIKSI, KALIMAT, ALINEA DAN KARYA ILMIAH
DIKSI
KALIMAT
ALINEA
KARYA ILMIAH
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran – kata formal atau informal dalam konteks sosial – adalah yang utama.
Diksi terdiri dari beberapa elemen:
- Fonem
- Silabel
- Konjungsi
- Hubungan
- Kata benda
- Kata kerja
- Infleksi
- Uterans
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan.
Kalimat di bagi menjadi dua, yaitu:
- Kalimat tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya mempunyai satu pola kalimat, yaitu hanya memiliki satu subjek dan satu predikat, serta satu keterangan (jika perlu).
2. Kalimat majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat konjungsi di dalamnya, konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat. Kalimat majemuk pun di bagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
- Kalimat majemuk setara
- Kalimat majemuk rapatan
- Kalimat majemuk bertimgkat
- Kalimat majemuk campuran
Alinea adalah kumpulan kalimat yang saling berhubungan yang merupakan hasil dari sebuah gagasan. Unsur-unsur alinea diantaranya topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran, kalimat utama.
Macam-macam alinea, menurut:
Menurut fungsinya
- Paragraf Pembuka
- Paragraf Penghubung
- Paragraf penutupMenurut posisi kalimat topik
- Paragraf deduktif
- Paragraf induktif
- Paragraf deduktig-induktif
- Paragraf tersebarBerdasarkan sifat isinya
- Paragraf argumentasi
- Paragraf narasi
- Paragraf persuasi
- Paragraf eksposisi
- Paragraf deskripsi
Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
tujuan penulisan karya ilmiah:
- Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
- Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
- Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
- Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
- Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
- Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
- Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
- Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan.
- Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis.
- Memperoleh kepuasan intelektual.
- Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
- Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.
Sumber:
Monday, 12 October 2015
Ragam dan Fungsi Bahasa
Ragam Bahasa
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang beraneka ragam
penuturannya, sejarah dan perkembangan dari masyarakatnya merupakan salah satu
factor timbulnya sejumlah ragam bahasa Indonesia. namun ragam bahasa yang beraneka
macam itu tetap disebut “bahasa
Indonesia” karena setiap ragam tersebut memiliki inti sari bersama yang umum,
pembentukan kata dan tata makna umumnya sama oleh karena itu kita masih dapat
memahami orang lain yang berbahasa Indonesia meskipun ragamnya berbeda dengan
ragam kita.
Ragam menurut golongan penutur bahasa dan ragam menurut
jenis pemakaian bahasa. Ragam yang ditinjau dari penutur dapat diperinci
menurut patokan daerah, pendidikan, dan sikap penutur.
Ragam daerah sejak dulu dikenal dengan logat atau dialek. masing-masing dialek dapat dipahami secara timbal balik oleh penuturnya, sekuarng-kurangnya oleh penutur dialek yang daerahnya berdampingan. jika disuatu wilayah masyarakatnya tidak dapat saling berhubungan misalnya terpisahkan oleh selat, gunung, atau sungai maka lambat laut perkembangan logat tersebut akan banyak berubah dimasing-masing daerah sehingga akhirnya dianggap bahasa yang berbeda.
Ragam bahasa menurut pendidikan formal, menunjukan perbedaan yang jelas antara kaum yang berpendidikan dan yang tidak, tata bunyi bahasa Indonesia golongan yang kedua itu berbeda dengan fonologi kaum terpelajar. bunyi /f/ dan gugus konsonan akhir /-ks/ misalnya sering tidak terdapat dalam ujaran orang yang tidak bersekolah atau hanya berpendidikan rendah. misalnya bentuk fakultas, film, fitnah berubah pengucapan menjadi pakultas, pilem, pitnah pada orang yang tidak dapat menikmati pendidikan yang cukup di sekolah. Begitu pula pada tata bahasa mereka. Kalimat Saya mau nulis surat ke pamanku. cukup jelas maksudnya tetapi bahasa yang baik menuntut agar bentuknya menjadi Saya mau menulis surat itu kepada paman saya.
Ragam bahasa menurut sikap penuturnya, mencangkup sejumlah corak bahasa Indonesia yang masing-masing pada asasnya tersedia bagi tiap pemakai bahasa. ragam ini dapat disebut lagam atau gaya , pemilihannya tergantuk pada sikap penutur orang yang diajak berbicara atau terhadap pembacanya. sikapnya itu dipengaruhi, antara lain, oleh umur dan kedudukan orang yang disapa, tingkat keakraban atar penuturnya, pokok permasalahan yang hendak disampaikan, dan tujuan penyampaian informasinya. dalam ragam bahasa menurut sikap penutur, kita berhadapan dengan pemilihan bentuk-bentuk bahasa tertentu yang menggambarkan sikap kita yang kaku resmi, dingin, hambar, santai dan sebagainya.
Fungsi Bahasa
Fungsi Umum Bahasa
Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial.
Didalam masyarakat ada komunikasi atau saling hubungan antar anggota. Untuk
keperluan itu dipergunakan suatu alat yang disebut bahasa. Bahasa menentukan corak
suatu masyarakat atau bahkan sebaliknya. Menurut Whorf dan Sapir, Dua ahli ini
menentukan suatu hipotesis yang terkenal dengan nama “Hipotesis Whorf-Sapir”.
Menurut hipotesis ini bahasalah yang menentukan corak suatu masyarakat. Tetapi
hipotesis tersebut masih harus diuji kembali.
Di suatu media massa (Abadi, 1971) seorang bernama Kang En (mungkin nama samaran) menulis
sebuah artikel yang agak kontroversi karena isinya cenderung provokatif, yaitu:
“Bahasa yang Merusak Mental Bangsa”. Ada tiga hal yang menjadi persoalan dalam
bahasa Indonesia yang dikemukakan oleh Kang En yaitu: masalah kata sapaan,
masalah kala (tenses), dan salam (greeting).
1. Masalah Kata Sapaan
Menurut Kang En bahwa kata sapaan dalam bahasa Indonesia
(Bapak, Ibu, saudara) meminjam kata dari perbendaharaan hubungan kekerabatan.
Menurutnya hal ini memberikan dampak kepada masyarakat pemakainya memiliki
sifat kekeluargaan dan nepotism. Mungkinkah berkembangnya nepotisme di negeri
ini disebabkan oleh perilaku bahasa?
2. Masalah Kala (Tenses)
Bahasa Indonesia sebagai bahasa tipe aglutinatif memang
tidak mengenal tenses (kala). Hal ini telah menyebabkan masyarakat kurang
begitu peduli waktu dan kurang menghargai waktu atau tidak disiplin. Kenyataan
memang banyak menunjukan kebenaran prasangka demikian. Jam karet memang hampir
merupakan budaya bangsa. Akan tetapi apakah memeng yang benyebabkan hal
tersebut adalah prilaku berbahasa Indonesia yang tidak mengenal tenses? apakah
bahasa-bahasa lain yang setipe dengan bahasa Indonesia juga memiliki dampak
yang sama? Jawabannya tentu harus lebih diteliti dan dibuktikan dengan data
yang lengkap dan otentik.
3. Masalah Salam (Greeting)
Salam yang paling popular adalah apa kabar? atau Hello, apa
kabar? yang menjadi persoalan ialah, samakah perilaku bangsa yang menggunakan
salam Apa kabar? dengan perilaku bangsa yang menggunakan salam How do you do!
Dampak pemakaian kata do tampaknya berbeda dengan pemakaian kata apa kabar.
kata do memiliki sugesti untuk berbuat sesuatu, sedangkan apa kabar memiliki
sugesti untuk “memburu berita”. Bangsa yang menggunakan How o you do! sangat
terbiasa bekerja dan bekerja contohnya dalam perjalanan dengan bus atau kereta
api selalu tidak luput dalam aktivitas membaca buku. Sebaliknya bangsa yang
menggunakan apa kabar! sangat umum dijumpai selalu ngobrol didalam perjalanan
sejenis. Apakah ini merupakan bukti bahwa prilaku suatu bangsa telah ditentukan sesuai prilaku bahasanya?
Sama seperti sebelumnya hal ini harus diteliti lebih lanjut.
Daftar Pustaka :
Alwi, Hasan, Soenjono, Dardjowidjojo, Hans, Lapoliwa, Anton M, Mulyono. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta. Pusat Bahasa dan Balai Pustaka,2003.
Soeparno. Dasar-dasar Linguistik Umum. Yogyakarta. Tiara Wacana Yogya. 2002.
Referensi :
http://roisah.weebly.com/ragam-bahasa.html
Sunday, 3 May 2015
CSR pada Perusahaan Twitter, Inc.
Pengertian CSR (Corporate Social Responsibility)
Corporate Social Responsibility atau jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah sebuah mekanisme yang harus diterapkan pada setiap perusahaan untuk secara sukarela berkontribusi dan bertanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya (stakeholder), yang mencangkup konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan. CSR berkaitan erat dengan pengambilan keputusan pada sebuah perusahaan tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusan tersebut baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Sekilas Tentang Twitter, Inc.
Twiter, Inc. adalah sebuah perusahaan berbasis IT yang didirikan bersama oleh Jack Dorsey, Noah Glass, Evan Williams dan Biz Stone. Twitter, Inc. adalah pengembang sebuah situs yang memberikan layanan jejaring sosial mikroblog yang begitu populer yang bernama Twitter. Twitter pertama kali digunakan sebagai layanan internal bagi karyawan Odeo, dan versi lengkapnya diperkenalkan kepada publik pada tanggal 15 Juli 2006. Pada bulan Oktober 2006, Dorsey, Evan Williams, Biz Stone dan staf Odeo lainnya membentuk perusahaan baru, mengakuisisi Odeo dan semua asetnya termasuk Odeo.com dan Twitter.com dari investor dan pemegang saham. Williams lalu memecat Glass, yang tidak mengungkapkan mengenai peranannya dalam pendirian twitter hingga tahun 2011 dan Twitter berdiri sebagai perusahaan mandiri pada bulan April 2007.
CSR pada Perusahaan Twitter, Inc.
Refrensi Terkait :
Pada perusahaan berbasis IT seperti Twitter.Inc juga menerapkan CSR pada aktivitas oprasional perusahaannya. perusahaan ini memiliki misi : Memberikan dukungan kepada sitiap orang untuk menciptakan dan menyebarkan ide serta informasi dengan cepat, tanpa hambatan. dikutip dari https://about.twitter.com/id/company. Hampir setiap orang diseluruh dunia mengenal dengan media sosial twitter hampir 302 juta pengguna aktif setiap bulannya dan kurang lebih 500 juta Tweet dipublis oleh para pengguna Twitter per harinya lalu bagaimana dengan CSR yang dilakukan oleh perusahaan yang mengembangkan media sosial tersebut? Pada bahasan berikut saya akan membahas pengaplikasian CSR pada perusahaan Twitter, Inc. yang diaplikasikan kepada para pengguna jasa twitter.
Sepanjang keberadaannya twitter terus mengalami perkembangan dan modifikasi selain dari tampilan juga dari sistem keamanan akun mengingat twitter adalah layanan sosial media yang dapat digunakan oleh setiap orang dibelahan dunia, contoh pengembangan sistem keamanan akun twitter adalah verivikasi akun, Twitter meluncurkan program verifikasi yang memungkinkan para pengguna untuk memverifikasi akun mereka. program ini awalnya ditunjukan untuk membantu pengguna mengenali akun selebriti yang benar-benar dimiliki oleh selebriti tersebut, bukannya akun palsu. program ini telah digunakan untuk memverifikasi akun para pengusaha dan figur publik yang mungkin banyak memiliki saingan yang memungkinkan membuat akun palsu dan menjatuhkan citranya dihadapan publik.
Pada 30 April 2009, Twitter mengatur ulang antarmuka webnya, dengan menambahkan bar pencarian dan bar tranding topic jadi bar tersebut dapat membantu pengguna untuk mengindekskan kicawannnya sehingga mempermudah saat pencarian kucauan tersebut. berkat gagasan tersebut Twitter menjadi salah satu mesin pencari populer untuk menemukan apa yang sedang terjadi saat ini, walaupun twitter sebenarnya bukan mesin pencari seperti Google dan mesin pencari lainnya.
Pada 30 April 2009, Twitter mengatur ulang antarmuka webnya, dengan menambahkan bar pencarian dan bar tranding topic jadi bar tersebut dapat membantu pengguna untuk mengindekskan kicawannnya sehingga mempermudah saat pencarian kucauan tersebut. berkat gagasan tersebut Twitter menjadi salah satu mesin pencari populer untuk menemukan apa yang sedang terjadi saat ini, walaupun twitter sebenarnya bukan mesin pencari seperti Google dan mesin pencari lainnya.
Dilihat dari contoh diatas perusahaan Twitter, Inc. mencoba memberikan pelayanan terbaik untuk mempermudah para pengguna twitter dan pengembangan sistem keamanan akun dan penambahan fitur bar ini juga termasuk kedalam pengaplikasian CSR diperusahaan Twitter, Inc. kepada para pengguna jasa twitter, pengaplikasian CSR dalam hal ini juga membantu mendongkrak nama baik perusahaan dan menambah loyalitas dari para pengguna jasa, tetapi seharusnya pihak pengembang Twitter juga harus memikirkan dampak negatif dari produknya tersebut, dalam hal ini setiap orang memiliki kebebasan untuk membuat akun dan pihaknya memberikan kebebasan pada setiap orang untuk bebas berkicau kemudian muncul pula beberapa akun-akun palsu yang mengatasnamakan seseorang bahkan sebuah instansi yang kemudian memberikan info-info palsu yang dapat menciptakan perselisihan antar suku, agama, bahkan negara, selain akun palsu banyak juga akun twitter yang berisi materi-materi pornografi yang bahkan dapat diakses ke link yang bersangkutan mengingat twitter dapat digunakan oleh siapa saja bahkan anak kecil pun dapat mengkasesnya.
Memang sulit untuk memblokir hal-hal negatif seperti yang saya sebutkan diatas tetapi sekali lagi sebaiknya para pihak pengembang harus lebih memikirkan dampak negatifnya terhadap para pelanggannya ketimbang keuntungannya dan ini adalah salah satu tantangan bagi para perusahaan dan pengembang berbasis IT yang menghasilkan produk berjenis jejaring sosial seperti Twitter.
Refrensi Terkait :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Twitter
- https://investor.twitterinc.com/management.cfm
- http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan
- http://karyatulisilmiah.com/makalah-pengertian-csr-corporate-social-responsibility/






































